Frontend ini sudah disiapkan untuk terhubung ke backend repo:
[email protected]:PMS-Tikkum-Tech/backend.git
- Install dependency frontend:
npm ci- Buat
.env.localdari.env.example:
cp .env.example .env.local- Isi env berikut:
NEXT_PUBLIC_API_URL=http://127.0.0.1:3001
NEXT_PUBLIC_GOOGLE_CLIENT_ID=YOUR_GOOGLE_WEB_CLIENT_ID
NEXT_PUBLIC_GOOGLE_MAPS_API_KEY=YOUR_GOOGLE_MAPS_BROWSER_KEY- Jalankan frontend:
npm run devFrontend default berjalan di http://127.0.0.1:3000.
- Endpoint:
POST /api/v1/auth/google - Payload utama yang dipakai frontend:
id_tokenphone_verification_tokensaat backend meminta verifikasi nomor HP
- Frontend tidak meminta scope tambahan Google selain identitas dasar. Flow yang dipakai hanya mengandalkan
id_tokendari Google Identity Services.
Backend lokal harus hidup di http://127.0.0.1:3001 dan dikonfigurasi dengan Google OAuth client ID yang sama:
- frontend:
NEXT_PUBLIC_GOOGLE_CLIENT_ID - backend:
GOOGLE_OAUTH_CLIENT_IDS
Jika GOOGLE_OAUTH_CLIENT_IDS belum diisi di backend, endpoint /api/v1/auth/google akan menolak login Google.
Form tambah/edit properti admin akan mencoba mengubah alamat menjadi latitude dan longitude otomatis memakai Google Maps Geocoding API dari browser.
Yang perlu disiapkan:
NEXT_PUBLIC_GOOGLE_MAPS_API_KEY- Aktifkan Geocoding API pada project Google Cloud yang sama
- Batasi API key dengan HTTP referrer untuk domain frontend yang digunakan